Senin, 26 Desember 2011

Angry Birds Buat Murid Senang Belajar Fisika

VIVAnews - Kecanduan main Angry Birds? Siapapun yang mencoba bermain Angry Birds berpotensi mengalami kecanduan game yang kini tengah digemari di seluruh dunia tersebut.

Dengan alasan itu, seorang guru sains asal Westminster Schools di Atlanta, Amerika Serikat coba memanfaatkan Angry Birds untuk mengajar.

“Apa hukum fisika yang berlaku di dunia Angry Birds?,” tanya John Burk, guru fisika itu pada siswa kelas sembilan. Ia kemudian memperkenankan para siswa untuk menjadi ‘yang pertama’ untuk menemukan jawabannya.

Deperti dikutip dari Good Education, 11 Juli 2011, Burk mulai tertarik untuk menggunakan Angry Birds di kelasnya mulai akhir tahun lalu dan mulai menuliskan blog seputar mengajar fisika menggunakan game itu.

Menurut Burk, berhubung cara memainkan game itu adalah dengan melontarkan burung-burung ke udara, maka ia menjadi alat yang sempurna dalam mengajarkan hukum pergerakan proyektil pada siswa.

30 menit saja, para siswa langsung dapat memahami sepenuhnya apa yang ia tuliskan dalam blog-nya yakni “dua kunci utama dari pergerakan proyektil: komponen horizontal dari pergerakan adalah percepatan konstan, sementara komponen vertikalnya adalah akselerasi konstan.”

Lalu, apakah para siswa langsung mempraktekkannya dengan menggunakan ponsel di kelas? Ternyata tidak.

Alasan utama mengapa Angry Birds berhasil menjadi perangkat pendidikan populer bagi para guru fisika di seluruh dunia adalah karena Google Chrome menyediakan game tersebut di Internet. Langkah yang diambil Google ini memudahkan guru dan siswa memanfaatkannya di kelas dan menganalisa secara ilmiah peluncuran burung-burung itu ke udara.

Bagi para siswa, kata Burk, mereka menjadi bersemangat mempelajari fisika karena Angry Birds. Bahkan siswa ingin Burk menghadirkan lebih banyak teknologi game lainnya di ruang kelas. Lalu, apa kandidat game berikutnya?


Sumber : Vivanews.com

Gerak Brown

Gerak Brown adalah gerakan terus menerus dari suatu partikel zat cair ataupun gas, artinya partikel-partikel ini tidak pernah dalam keadaan stasioner atau sepenuhnya diam. Hal ini, pertama kali dibuktikan dan dicetuskan oleh Robert Brown seorang botanis Skotlandia pada tahun 1827. Prinsip gerak ini mudah sekali, Brown mengamati beberapa partikel dengan mikroskop dan dia menemukan bahwa pergerakan terus menerus dari partikel-partikel kecil tersebut makin lama makin cepat bila temperaturnya makin tinggi.

Gerak ini dapat diamati pada zat cair koloid atau gas. Di dalam suatu ruang pergerakan partikel gas tersebut (analogie terhadap zat cair juga) bergerak bebas dan tidak teratur, dengan kata lain partikel gas itu bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda. Bila partikel gas tersebut menabrak partikel gas lain atau menabrak tembok dinding ruang, maka kecepatan serta arah vektornya ikut berubah. Penyebaran kecepatan ini dapat dirumuskan dengan penyebaran kecepatan Maxwell yang memberikan gambaran bahwa kecepatan partikel tergantung dari temperatur ruang dan lingkungannya.

Kecepatan rata-rata pergerakan molekul di udara adalah 500m/s atau 1800 km/h. Kecepatan ini melebihi kecepatan gelombang suara yang besarnya 330 m/s. Energi dari partikel gas ideal juga tergantung dari suhu udara.

Teori gas kinetik memberikan hubungan proporsional antara energi rata2 kinetik dengan temperatur gas:

E_k = \frac{1}{2} \cdot m \cdot v_m^2= \frac{3}{2} \cdot k \cdot T
Sumber : Wikipedia

Tata Surya Miliki Dua Anggota Lagi Seukuran Bumi, Planet Baru Ditemukan


REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Misi Kepler dari badan antariksa Amerika Serikat (NASA) memastikan telah menemukan dua planet seukuran Bumi yang mengorbiti sebuah bintang seperti Matahari dalam sistem tata surya kita, demikian NASA seperti dikutip Reuters, Kamis (22/12)

NASA menyebut penemuan ini adalah tonggak bersejarah dalam misi pencarian planet-planet serupa Bumi.

Kedua planet yang dinamai Kepler-20e dan Kepler-20f ini adalah planet-planet terkecil di luar sistem tata surya yang dikonfirmasi mengelilingi sebuah bintang seperti Matahari, demikian NASA.

Kedua planet baru ini terlalu dekat ke bintang mereka untuk bisa disebut berada di zona layak ditempati kehidupan (habitable zone) di mana ada air likuid pada permukaan planet.

"Penemuan ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa planet-planet seukuran Bumi ada di sekitar bintang-bintang lain (di luar Matahari) dan bahwa kita mampu mendeteksinya," kata Francois Fressin dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Kedua planet baru ini diyakini sebagai planet berbatu. Kepler-20e agak lebih kecil dibandingkan Venus, dengan radius 0,87 kali dari jari-jari Bumi.


Kepler-20f sedikit lebih besar dibandingkan Bumi dengan jari-jari 1,03 kali jari-jari Bumi. Kedua planet ini berada di sistem beranggotakan lima planet yang dinamai dengan Kepler-20, sedangkan jaraknya adalah 1.000 tahun cahaya dalam konstelasi Lyra.

Kepler-20e mengorbiti bintangnya setiap 6,1 hari, sementara Kepler-20f mengorbit setiap 19,6 hari.Kepler-20f, yang bersuhu 800 derajat Fahrenheit, mirip dengan rata-rata hari planet Merkurius.

Suhu di permukaan Kepler-20e yang mencapai lebih dari 1.400 derajat Fahrenheit, bisa melelehkan kaca.

Teleskop ruang angkasa Kepler mendeteksi planet-planet dan calon planet dengan mengukur kekuatan cahaya lebih dari 150.000 bintang ketika planet-planet melintas di depan bintang-bintangnya.


Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Setiap Hari 700 Ribu Perangkat Android Di-aktivasi


CALIFORNIA -
Perangkat Android kembali membuat pencapaian yang baik, untuk jumlah aktivasi perangkatnya per hari. Terkini, bos Android dan Vice President Google, Andy Rubin mengungkapkan aktivasi perangkat untuk platform OS mobile tersebut mencapai 700 ribu unit tiap hari.

"Bagi mereka yang bertanya-tanya, kita hanya menghitung tiap perangkat sekali (tidak termasuk yang di jual kembali) dan aktivasi, berarti ketika Anda pergi ke sebuah toko, membeli perangkat, menghubungkannya pada jaringan dengan berlangganan layanan nirkabel," jelas Rubin, seperti dilansir Apple Insider, Rabu (21/12/2011).

Jumlah tersebut meningkat, dibandingkan pengumuman Rubin pada Juni lalu yaitu aktivasi telah lebih dari 500 ribu per hari, atau tumbuh 4,4 persen per pekan.

Google sepertinya melihat pertumbuhan yang substansial pada pengguna Android tahun ini. Angka terbaru dari NPD Group menunjukkan, smartphone Android mewakili 53 persen pasar dari awal tahun sampai akhir Oktober.

Meskipun begitu, untuk saat ini Apple masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin yang cukup besar di pasar tablet. Sebagai perbandingan, IDC melaporkan iPad menguasai 61,5 persen pangsa pasar tablet pada kuartal ke tiga.

Namun dengan penjualan Kindle Fire pada kuartal ke empat, iPad diperkirakan akan merosot dengan 59 persen market share.

Sementara Apple menolak untuk terus meng-update nomor aktivasinya, Google tampak terus melebarkan sayap. Terakhir kali, pendiri Apple, Steve Jobs mengungkapkan aktivasi iOS rata-rata sebanyak 275 ribu per hari.


Sumber : Okezone.com

Begini Konsep Samsung Galaxy S III


SEOUL
- Samsung dikabarkan akan bersiap untuk menghadirkan ponsel Galaxy S yang terbaru dan Galaxy S III dalam waktu dekat, namun belum diketahui kapan ponsel cerdas ini akan diluncurkan dan spesifikasi yang diusung. Apalagi Galaxy S III, termasuk yang paling dinanti kehadirannya.

Penggemar berat Samsung Android pun tentunya sangat berharap di Galaxy S III ini, ada beberapa fitur-fitur yang bakal dibenamkan secara khusus. Dan begini gambaran konsep Galaxy S III, menurut para penggemar klub Samsung Android di situs Vkontakte.ru

Para penggila itu pun membuatkan imajinasi mereka untuk Samsung Galaxy S III. Soal prosesor, nantinya generasi baru ponsel ini bakal mengusung prosesor Samsung Exynos 4412 quad core 1.5GHz . Mereka juga menginginkan Android 4.0, dengan TouchWiz 5 di dalamnya. Demikian yang dilansir melalui Softpedia, Minggu (25/12/2011).

Smartphone juga dibayangkan dengan menggukana layar touchscreen 5 inci pada bagian depan, yang menampilkan teknologi HD Super AMOLED dan mampu memberikan resolusi 1280 x 720 piksel. Pada bagian belakang, ponsel akan menampilkan kamera 12-megapixel, dengan LED dan Xenon flash dan kemampuan merekam video HD. Sebuah foto 2-megapiksel di bagian depan akan menawarkan kemampuan video calling.

Galaxy S III juga diharapkan memberikan dukungan untuk jaringan LTE 4G yang juga harus disertakan di dalam ponsel baru, bersama dengan 3G biasa, WiFi dan fitur Bluetooth, serta NFC dan USB 3.0. Begitulan bayangan konsep Samsung Galaxy S III. Mampukah Samsung mewujudkannya?


Sumber : Okezone.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Edited by Booku | Intrati at Physics 2011